Feeds:
Posts
Comments

New shell

This blog is migration from my previous blog in friendster.

Want to see my profile, please check : www.friendster.com/edihartono

    Kenapa engkau bersedih anak-Ku
:Karena aku takut ya Allah-ku
Dan apa yang engkau takutkan itu
:Masa singkat di depanku ya Bapa
Jelaskan yang engkau katakan itu
:Aku takut menjadi tak berguna dan tersesat selamanya
Apakah engkau benar-benar beriman kepada Aku
:Aku beriman ya Bapa-ku
Bahwa Aku berkuasa menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu
:Ya Bapa
Dan Aku-lah yang menyelamatkan Ibrahim dari api yang menyala-nyala
:Ya Bapa
Yang memberi makan Hajar dan Ismail
di padang kering Mekah di antara Soffa dan Marwah
:Ya Bapa
Dan Akulah yang memberi Sulaiman kerajaan terbesar di muka bumi
:Ya Bapa
Dan Akulah yang membelah lautan untuk Musa dan pengikutnya
:Ya Bapa
Dan yang menyediakan makanan untuk perempuan suci Maryam
:Ya Bapa
Yang menanamkan benih di rahimnya
sementara tidak ada lelaki yang menyentuhnya
:Ya Bapa
Dan sesungguhnya Aku menyamarkan Al-Masih sebelum penyaliban
:Ya Bapa
Yang menaikkan Muhammad ke surga
dalam perjalanan Mekah ke Pallestin dalam waktu yang sebentar saja
:Ya Bapa
Dan Akulah yang menciptakan engkau
:Ya Bapa
Dan Akulah yang menguasai seluruh semesta dan yang ada sesudahnya
:Ya Bapa, aku beriman
Jika benar yang engkau katakan, maka ketakutanmu tidak seharusnya ada
Mintalah yang engkau perlukan dengan hatimu
Dan aku mengabulkan do’a-do’a yang baik
Jika engkau iman ketika engkau mengucap
Dan tetap iman ketika engkau bertindak
:Tapi masih ada kekhawatiran di dasar hatiku ya Bapa
Maka engkau belum benar-benar menyelami arti iman kepada-Ku
:Maafkan hamba-Mu ini ya Bapa, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi Kekayaan
Ketakutan duniawi adalah muslihat setan
Jangan engkau memutuskan sesuatu atas dasar bisikan setan
:Engkaulah yang Maha Mengetahui ya Bapa, dan berikanlah aku petunjuk-Mu
Engkau Aku beri jiwa dan kepala
Belajar dan bertindaklah seperti ketika Ibrahim mencari
Dan ingatlah- Aku berbicara dengan bahasa jiwa
:Engkaulah yang Maha Tinggi ya Bapa, mengapa aku tak mendengar pesan-pesan-Mu
Hanya jiwa yang bersih dari ketakutan dan kepalsuan saja
Yang bisa memahami bahasa-Ku
:Engkaulah yang Maha Pengasih ya Bapa, dan berilah aku petunjuk-Mu
Yakinlah wahai anak-Ku
Bahwa engkaulah sebaik-baik ciptaan-Ku
Dan yakinlah pada ketakterhinggan kuasa-Ku
Akulah yang Maha Penyayang
Akulah yang Maha Adil
Aku mengabulkan do’a-do’a
Dan Aku yang berkuasa atas segalanya
Jika hatimu benar-benar memahami
Maka engkau kan melihat kuasa
Merubah debu menjadi emas permata
mrpi, 33008

L Envoy


And no one shall work for money,
And no one shall work for fame;
But each for the joy of the working,
And each in his separate star,
Shall draw the thing as he sees it,
For the God of things as they are.
—Rudyard Kipling—

The Fight

Ku kan bertarung
Hanya demi jiwaku
Keyakinanku
Mimpiku
Dan cintamu

Bukan yang lain-lain

eh btm/oct

Ketika derita rindu ini begitu kuat
aku hanya merindukan dan merindukan Allah
dan inilah yang aku rasakan
Ia tidak menginginkan aku, Ia tidak ada disana

Surga,
Jiwa,
semua ini hanya kata-kata
tidak bermakna bagiku

Jangan mengira bahwa
kehidupan rohaniku adalah jalinan mawar
Itu adalah bunga yang jarang kutemukan
dalam perjalanan hidupku

Dan malah sebaliknya,
yang sering kutemukan adalah kegelapan
Dan ketika malam begitu pekat
dan aku merasa seakan-akan semua berakhir di dalam neraka

Sendirian,
Kegelapan begitu pekat,
dan aku sendirian,
tak dimaui, ditolak

Kesepian hati yang mendambakan cinta ini sungguh tak tertangguhkan
Dimana imanku ?
Bahkan dalam lubuk terdalam batinku
yang ada hanyalah kekosongan dan kegelapan

Allahku,
Betapa menyakitkan derita yang tak kuketahui ini

Kasih sejati adalah penyerahan diri
Semakin kita mengasihi, semakin kita menyerahkan diri

The Saint of Calcutta

Enigma

this heart just quiet
no words come out
this hand just stop
no letters scratched

i dont know why
the stream become dry
the water just gone
and the light just disappear

where are you ?
the words i search
the water for my thirst
the light for my life

eh, btm 251207

AKU

Aku adalah aku
Menjadi apa yang aku mau
Aku adalah aku
Menjadi apa yang aku tuju

Dan bila tlah tiba waktuku
Kuingin terungkap semua kesalahanku
Dan ketika terlihat semua yang tlah lalu
Aku hanya ingin bisa berkata…. ‘Aku telah berusaha’

eh, 1207

DREAMER

Lepas subuh

cahaya mentari muncul di ufuk timur
menghangatkan wajahku
membangunkan jiwaku
mengusir lamunanku
dan mengajak kakiku tuk kembali
melanjutkan perjalanan

Perjalanan kemana
Dan aku pun belum lagi mengerti
2.049.840.000 detik itulah waktuku disini
Dan setiap detik yang berlalu
Terasa tersia belum lagi termaknai
Belum lagi tertemukan arti

Ku tak mau
Kelambanan menghalangi langkahku
Kemalasan membunuh kesempatan dan waktuku
Dan ketakutan menutupi jalan jiwaku
Untuk menuju satu yang masih kumiliki
Mimpiku !

eh, 1207

Perjoangan

Belum tiba waktu, saudaraku
Bagi kita tuk bermalas-malasan
Belum lagi tiba waktu

Masih diperlukan semua perjoangan
Gemertak tulang dan luluhan peluh yang harus kita korbankan
Membangun apa yang dulu kita bersama mimpi
Dari tulang-tulang diliputi debu
Dari semua yang terlihat tiada lagi berarti

Tuk membuktikan kepada dunia
Kerasnya tulang dan tebalnya semangat kita
Bahwa kita belumlah lagi berhenti
Dan tak akan pernah berhenti
Mencari jawab atas semua kegelisahan hati

Belum tiba waktu, kawanku
tuk berfikir mengenai semua kemewahan
Tuk berharap mengenai segala kenyamanan

eh 1207

Sonnet 17

I do not love you as if you were salt-rose, or topaz
or the arrow of carnations the fire shoots off.

I love you as certain dark things are to be

in secret, between shadow and the soul.

I love you as the plant that never blooms
but carries in itself the light of hidden flowers;
thanks to your love a certain solid fragrance,
risen from the earth, lives darkly in my body.

I love you without knowing how, or when, or from where,
I love you simply, without problems or pride:
I love you in this way
because I don’t know any other way of loving

but this, in which there is no I nor you,
so intimate that your hand upon my chest is my hand,
so intimate that when I fall asleep
it is your eyes that close.

© Pablo Neruda

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.